Fakta dan Mitos tentang Makan Brutu Ayam: Lezat, Bergizi, atau Berbahaya?
Brutu ayam, atau bagian belakang ayam yang sering disebut dengan "pantat ayam," adalah salah satu bagian yang sering diperdebatkan.
Sebagian orang menyukai teksturnya yang kenyal dan gurih, sementara yang lain menghindarinya karena berbagai mitos yang beredar.
Lantas, apakah makan brutu ayam benar-benar berbahaya? Atau justru memiliki manfaat tertentu?
Artikel ini akan mengupas tuntas fakta dan mitos seputar brutu ayam agar kamu bisa lebih bijak dalam mengonsumsinya.
![]() |
Mitos dan Fakta Seputar Brutu Ayam - Martani Kuliner |
Mitos dan Fakta Seputar Brutu Ayam
1. Mitos: Brutu Ayam Menyebabkan Bisul
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan brutu ayam dapat menyebabkan bisul. Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan dari makanan tertentu.
Namun, jika brutu tidak diolah dengan baik dan masih mengandung bakteri, maka bisa meningkatkan risiko infeksi, yang pada akhirnya dapat memicu masalah kulit.
2. Mitos: Brutu Ayam Adalah Tempat Kotoran Ayam
Fakta: Meskipun brutu merupakan bagian belakang ayam, bagian ini tidak menyimpan kotoran jika diproses dan dibersihkan dengan benar.
Saat ayam disembelih dan dibersihkan, bagian usus dan saluran pencernaan akan dibuang, sehingga brutu yang tersisa hanyalah daging dan jaringan lemak.
3. Mitos: Brutu Mengandung Banyak Hormon Berbahaya
Fakta: Banyak orang percaya bahwa hormon ayam terkumpul di bagian brutu, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Faktanya, penggunaan hormon pertumbuhan dalam peternakan ayam sudah dilarang di banyak negara, termasuk Indonesia.
Jika ayam dibesarkan secara alami, tidak ada alasan untuk khawatir bahwa brutu mengandung hormon berbahaya.
4. Mitos: Brutu Adalah Bagian Paling Bergizi dari Ayam
Fakta: Brutu memang mengandung lemak yang cukup tinggi, tetapi bukan bagian yang paling bergizi. Bagian ayam yang lebih kaya protein adalah dada dan paha. Brutu lebih banyak mengandung lemak dan kolesterol dibandingkan protein.
Kelebihan dan Kekurangan Konsumsi Brutu Ayam
Kelebihan Brutu Ayam
1. Rasanya Gurih dan Kenyal
Banyak orang menggemari brutu ayam karena teksturnya yang unik dan rasanya yang lebih gurih dibandingkan bagian ayam lainnya.
2. Sumber Energi dari Lemak
Brutu mengandung lemak yang cukup tinggi, yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.
3. Mengandung Kolagen
Brutu memiliki jaringan lemak dan kulit yang mengandung kolagen, baik untuk kesehatan kulit dan sendi jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Kekurangan Brutu Ayam
1. Kandungan Lemak dan Kolesterol Tinggi
Jika dikonsumsi berlebihan, brutu ayam dapat meningkatkan kadar kolesterol dan berisiko bagi kesehatan jantung.
2. Potensi Kontaminasi Bakteri Jika Tidak Diolah dengan Baik
Brutu yang tidak dimasak dengan benar dapat mengandung bakteri seperti Salmonella yang berbahaya bagi pencernaan.
3. Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan
Karena mengandung lebih banyak lemak daripada protein, konsumsi brutu berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Tips Mengonsumsi Brutu Ayam dengan Aman
- Pastikan brutu ayam dibersihkan dengan benar sebelum dimasak.
- Gunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti dipanggang atau direbus, daripada digoreng.
- Konsumsi dalam jumlah wajar agar tidak berlebihan dalam asupan lemak dan kolesterol.
- Gabungkan dengan makanan kaya serat seperti sayuran untuk menyeimbangkan nutrisi.
Tanya Jawab Seputar Brutu Ayam
- Q: Apakah makan brutu ayam bisa menyebabkan kanker?
A: Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa brutu ayam dapat menyebabkan kanker. Namun, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dalam jangka panjang memang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker tertentu. - Q: Bagaimana cara memasak brutu agar lebih sehat?
A: Kamu bisa memanggangnya tanpa minyak berlebih, merebusnya dengan bumbu rempah, atau memasaknya dalam sup untuk mengurangi kandungan lemak jenuh. - Q: Apakah brutu ayam baik untuk anak-anak?
A: Anak-anak boleh mengonsumsi brutu ayam, tetapi dalam jumlah yang wajar dan dengan metode masak yang sehat. Pastikan brutu dimasak dengan sempurna agar bebas dari bakteri. - Q: Apakah benar brutu ayam memiliki efek afrodisiak (meningkatkan gairah)?
A: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Efek afrodisiak lebih banyak dikaitkan dengan faktor psikologis dan budaya dibandingkan dengan kandungan nutrisi dari brutu ayam itu sendiri.
Kesimpulan
Brutu ayam memang memiliki cita rasa khas yang disukai banyak orang. Namun, berbagai mitos yang berkembang sering kali membuat orang ragu untuk mengonsumsinya.
Faktanya, brutu tidaklah berbahaya selama dikonsumsi dengan wajar dan diolah dengan cara yang tepat. Meskipun mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi, brutu juga memiliki kandungan kolagen yang bermanfaat.
Jadi, jika kamu suka makan brutu, pastikan untuk menikmatinya dalam porsi yang seimbang dan dikombinasikan dengan pola makan sehat!
Nah, bagaimana menurutmu? Apakah kamu tim yang suka makan brutu atau malah menghindarinya? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!